Selasa, 24 Februari 2015

Pukul 05.30 dini hari

25 Februari 2015
pukul 05.30 dini hari
ibu memberiku kabar bahwa paman, adik terkecil ayah telah berpulang kerahmatullah. semoga dimudahkan jalannya.
Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihii wafuanhu.

La Haula wa la Quwwata illa billah



Kematian. Sungguh kematian itu serasa dekat. Tiada daya untuk menolaknya jika iya sudah diisyaratkan. Akupun demikian. Aku.. sedang mengantri giliran untuk mempertanggungjawabkan segalanya. Aku ingat sholatku yang masih jauh dari khusyuk, tilawahku yang belum sampai ke ruh, bicaraku yang sering kali menyaiti, orangtuaku yang belum mampu kubahagiai, tetanggaku yang belum aku bantu, negaraku yang belum ikut kuperjuangkan. Allah bimbinglah kami selalu, jadikanlah sisa usia kami sebgai waktu yang barokah, jadikanlah kami pemimpin orang- orang beriman. Panggillah kami dalam keadaan khusnul khotimah. Yaa Mujiib, Ya Rahman..


Seperti nafas hampir ke ubun-ubun
menghimpit 
sesak
biarlah peristiwaMu memberiku
detik-detik
agar sampai jiwa ke langit
biarlah tetap melangit
sampai kunci kehidupan baru
ke genggaman

Senin, 09 Februari 2015

Tanjung Batu, Kundur

Where we live, we left a series of memories. we were born. we live in. we grew. we were happy, sad, failed, success. some of them left in our deepest memory. Hard to call back. I realize it. Then I try to save my little memory here.. :D
These photos were taken when I lived in a small Island but big heart, Tanjung Batu, Kundur. I followed some activities. Discovered loneliness. :D Loneliness only can be broken by doing activities with friends.

Left to the right, first photo is my "jjs" activity. Im forgot the name of the location. It is one of nice place near the beach in the corner of Tanjung Batu Island. :D. Second one was my social activity. we cleaned the beach. Third photo was my "sayonara" with friends. It was my last day there. :(

Minggu, 08 Februari 2015

SMPIT Luqman Haqim International

Kegiatan anak-anak SMPIT LHI selama di kampung Inggris, Pare pada bulan juni 2014 lalu. 
Swimming

Placement Test, Interview

Field Study, Goa



Enjoying Learning

Learning by playing


Jumat, 28 November 2014

TOR (Term of Reference)

Bismillahirrohmannirohim..

hari ini saya harus membuat TOR (Term of Reference) untuk kajian yang akan diadakan oleh kami, Keluarga Mahasiswa Pascasarsaja (KMP). sudah cukup lama saya tidak membuat TOR sejak lebih kurang 4 tahun yang lalu, ketika saya aktif di organisasi semasa S1.

nah kali ini saya akan memberikan contah TOR yang sudah saya buat.
let's check it up! :D



TOR (Term of Reference) kajian rabu sore

Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP)  UNY

“Sehat Ala Rasulullah”
A.                Pendahuluan
Kesehatan merupakan suatu aspek yang begitu vital dalam kehidupan seseorang. Dapat kita bayangkan bagaimana jika seseorang mengalami sakit, maka semua pekerjaan akan tertunda dan tidak dapat diselesaikan dengan baik. melihat fakta yang ada di kalangan masyarakat saat ini, merupakan sesuatu yang asing jika pada suatu daerah tertentu tidak terdapat masyarakat yang mengalami sakit. Bahkan terkadang adanya beberapa rumah sakit di suatu daerah sudah tidak dapat menampung pasien lagi. Semakin meningkatnya sejumlah apotik, toko obat-obatan dan produk kesehatan lainnya juga merupakan bukti bahwa “sehat” semakin mahal dan langka.  
Mahasiswa pascasarjana UNY yang secara umum merupakan praktisi dan akademisi di bidang pendidikan, yang artinya tugasnya tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri agar mampu melaksanakan tugasnya sebagai seorang pendidik dengan sebaik mungkin namun juga mampu mengajarakan dan mendidik orang lain untuk sehat.
Rasulullah Saw merupakan sosok teladan dalam segala hal. Salah satunya dalam ha kesehatan. “Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia” demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Dalam Shahih Bukhari, terdapat 80 hadits yang membicarakan masalah kesehatan pribadi Rasulullah. Belum lagi yang dibahas pada kitab Shahih lainnya seperti Shahih Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, dan Shahih Ahmad. Rasulullah dalam hidupnya sangat peduli pada kesehatan, baik kesehatan dirinya maupun kesehatan pada umatnya.
Rasulullah tercatat hanya dua kali menderita sakit yakni setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira dan yang kedua pada saat menjelang meninggalnya. Ajarannya pada aspek kesehatan menekankan pada pola pencegahan daripada pengobatan.
Ada beberpaa aspek kesehatan yang dapat kita contoh dari Rasulullah. Pertama, aspek kesehatan individu. Pada aspek ini Rasulullah senantiasa menjaga kebersihan dirinya dan membatasi makanan didalam perut. Pada aspek pengendalian gizi, Rasulullah selalu menjaga makanan yang dikonsumsinya.
Lalu beberapa pola yang juga dapat diterapkan, pertama seleksi makanan. Makanan yang masuk ke mulut Rasulullah terseleksi secara ketat, baik kehalalannya maupun kebaikannya. Kedua, berhenti makan sebelum kenyang dan tidak makan sebelum lapar. Ketiga, Mengatur pola tidur adalah kunci hidup sehat ala Rasulullah yakni cepat tidur malam hari dan cepat bangun pada dinihari. Dan terakhir puasa sunnah diluar bulan Ramadhan. 
Dari latar belakang tersebut diatas maka kami Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) mengadakan kajian keagamaan dan kesehatan dengan tema “sehat ala Rasulullah”. Yang akan diselenggarakan pada ahri Rabu, 3 Desember 2014.
 
B.                 Arahan materi
Beberapa hal yang akan dibahas dalam materi ini adalah:
1)            Memberikan gambaran kondisi umum kesehatan masyarakat di Indonesia lintas generasi.
2)            Memberikan gambaran isu penyakit .
3)      Memberikan gambaran pola hidup sehat dan atau tidankan preventif dalam menjaga kesehatan ala Rasulullah.

C.                Tujuan Kegiatan
Mengetahui cara hidup sehat yang diajarkan Rasulullah dan relevansinya dengan dunia kesehatan saat ini sehingga peserta dapat  menentukan langkah untuk memperbaiki masalah kesehatan yang ada dan dapat menentukan langkah-langakah preventif dalam menjaga kesehatan.

D.                Penutup
Term of Reference ini disusun sebagai kerangka acuan dalam kajian ”Sehat ala Rasulullah”

Senin, 29 September 2014

Climbing Telomoyo Mount

Firt time for me to climb a mount. :p
The photo was taken on the 21th of August, 2014. I was with students of Junior High School LHI Yogyakarta.
it was special for me.

Pelajaran Dari Kakek

guru pertama di dalam d kehidupan kita adalah keluarga, kakek, nenek, kakak, paman, bibi, terutama ibu dan ayah. banyak hal-hal yang secara langsung maupun tidak langsung yang dapat kita pelajari. juga banyak hal yang kita pelajari dan kita tiru secara sadar maupun tidak.
sejauh masa yang sudah ketempuh ini, ada beberapa pelajaran yang benar tersimpan dalam long term memoriku.
"lemaklah sida uluk hani. adak lemak pakai micin to." sambil memasak sayur, kakeku mengatakan demikian. (artinya: enakan kayak gini. kalo pakai vetsin itu gak enak).
kearifan orangtua zaman dulu ini masih kuingat. yang sebenarnya belakangan ini aku sadari, sikap kakek untuk tidak memakai MSG mengajarkanku untuk memakai makanan sehat.

Pada suatu hari yang lain, aku mendengar ribut-ribut. aku bertanya pada ibu yang baru datang dari arah luar. "Ngapa buk ribut-ribut? (ada buk ribut-ribut?)". "Ai, gawi binimu jualan kerupuk hayom (Kakekmu, jualan kerupuk bayam)."
masyaallah, ada-ada aja kerjaan si kakek, batinku.
setelah kakek berhasil menjual dagangannya, aku bertanya pada beliau.
" njak jualan penya bini kamu?" (jualan apa kek?)
"kerupuk hayom." (kerupuk bayam)
"lah laku, bini?" (sudah laku kek?)
"Au, habis." (iya, habis) "lemak bia kerupuk bayom to. sebenoghnya bayak pacak kita jadikon kerupuk to. labu, bayom, pisong to kalu lemak muneh." (kerupuk bayam itu enak lho. sebenarnya banyak yang bisa kita jadikan kerupuk, kayak labu, bayam, pisang mungkin enak juga.)
masyallah, beberapa tahun setalah kepulangan kakek. setelah aku berjibaku dengan pendampingan usaha masyarakat, aku baru memikirkan hal ini. ternyata, kakeku mengajarkan bagaimana cara berjuang dalam hidup, bagaimana cara mencari nafkah yang halal dan kreatif :) . Kalau bahasanya kementerian perekonomian dan kementrian olahraga sih, ekonomi kreatif. Seharusnya kakeku bisa mendaatkan bantuan dari PNPM atau dari lembaga pemerintah lainnya. Kakek.. maaf aku terlamabat.. :"(

Kakeku ini juga kuingat sebagai seorang kakek yang rajin mengumpulkan biji-bijian dan bibit-bibitan lainnya. seperti biji pinang, biji kemiri, biji tuba (lupa bahasa indonesianya :D), bibit rotan, pisang, segala jenis bumbu dapur, dll. Beliau sangat rajin menanam dan merawat tanaman. "suatu saat kamu pasti membutuhkannya." begitu kata kakek, ketika aku menyaksikannya menggali lubang untuk menanam pohon yang enatah aku lupa pohon apa. Aku bangga dengan kakekku.. ;"(
secara tidak langsung beliau mengajrkan padaku, agar berusaha jika ingin mempunayai sesuatu, agar kehidupanmu mudah di kemudian hari.

Terimakasih kakek, atas segala ilmu yang telah engkau ajarkan kepadaku, kepada ayahku, keapda ibunku. semoga atas segala ilmu yang kakek ajarkan menjadi amalan yang mampu membuat Allah menerima kakek dengan baik. Ya Rabb, tempatkanlah kakekku ditemapt terbaik di sisiMu. temaptkanlah kakek-kakek kaum muslimin dimuka bumi ini di tempat terbaik di sisiMu. aamiin.

Kamis, 04 September 2014

Karya ilmiah (red : tesis). kemarin aku pergi ke perpustakaan. membaca- baca beberapa referensi dan beberapa tesis. Sedang proses penyelesaian proposal tesis. Chapter pertama hampir selesai. Tinggal menanti hasil pra survey. kemarin fokusku pada chapter kedua, Review of Literature. setelah membaca karya ilmiah termasuk ketika aku dalam proses study jenjang sebelumnya, aku menyimpulkan ada 3 jenis gaya penulis (aku menyebutnya gaya) pada chapter 2 ini, yaitu :
1. gaya mengutip
jadi di sini, penulis mengumpulkan kutipan- kutipan. kutipan - kutipan tersebut diambil tanpa mempertimbangkan aspek kohesi bahkan terkadang koherensi tulisan tersebut.
2. Gaya Membahas
penulis model ini sebenarnya tulisannya sudah enak dibaca dan dapat dipahami. Satu kutipan dengan kutipan yang lainnya sudah saling terkait dan mendukung. Dan dari kutipan- kutipan tersebut penulis memberikan bahasan. pada umumnya kutipan yang diambil di letakkan di awal paragraf.
3. Gaya Pendukung
Pada tipe ini, penulis memberikan pendapat- pendapat atau idenya yang dituangkan dalam paragraf-paragraf yang koheren dan kohesi. lalu, bagaimana penulis meletakkan sebuah kutipan? penulis menjadikan kutipan- kutipan yang dipilihnya sebagai pendukung dari opini yang telah ia jabarkan. Jadi, penulis memposisikan sebuah kutipan sebagai penguat saja.

dariketiga gaya tersebut, gaya ketigalah yang dikehendaki dalam sebuah penulisan karya ilmiah.