Senin, 29 September 2014

Pelajaran Dari Kakek

guru pertama di dalam d kehidupan kita adalah keluarga, kakek, nenek, kakak, paman, bibi, terutama ibu dan ayah. banyak hal-hal yang secara langsung maupun tidak langsung yang dapat kita pelajari. juga banyak hal yang kita pelajari dan kita tiru secara sadar maupun tidak.
sejauh masa yang sudah ketempuh ini, ada beberapa pelajaran yang benar tersimpan dalam long term memoriku.
"lemaklah sida uluk hani. adak lemak pakai micin to." sambil memasak sayur, kakeku mengatakan demikian. (artinya: enakan kayak gini. kalo pakai vetsin itu gak enak).
kearifan orangtua zaman dulu ini masih kuingat. yang sebenarnya belakangan ini aku sadari, sikap kakek untuk tidak memakai MSG mengajarkanku untuk memakai makanan sehat.

Pada suatu hari yang lain, aku mendengar ribut-ribut. aku bertanya pada ibu yang baru datang dari arah luar. "Ngapa buk ribut-ribut? (ada buk ribut-ribut?)". "Ai, gawi binimu jualan kerupuk hayom (Kakekmu, jualan kerupuk bayam)."
masyaallah, ada-ada aja kerjaan si kakek, batinku.
setelah kakek berhasil menjual dagangannya, aku bertanya pada beliau.
" njak jualan penya bini kamu?" (jualan apa kek?)
"kerupuk hayom." (kerupuk bayam)
"lah laku, bini?" (sudah laku kek?)
"Au, habis." (iya, habis) "lemak bia kerupuk bayom to. sebenoghnya bayak pacak kita jadikon kerupuk to. labu, bayom, pisong to kalu lemak muneh." (kerupuk bayam itu enak lho. sebenarnya banyak yang bisa kita jadikan kerupuk, kayak labu, bayam, pisang mungkin enak juga.)
masyallah, beberapa tahun setalah kepulangan kakek. setelah aku berjibaku dengan pendampingan usaha masyarakat, aku baru memikirkan hal ini. ternyata, kakeku mengajarkan bagaimana cara berjuang dalam hidup, bagaimana cara mencari nafkah yang halal dan kreatif :) . Kalau bahasanya kementerian perekonomian dan kementrian olahraga sih, ekonomi kreatif. Seharusnya kakeku bisa mendaatkan bantuan dari PNPM atau dari lembaga pemerintah lainnya. Kakek.. maaf aku terlamabat.. :"(

Kakeku ini juga kuingat sebagai seorang kakek yang rajin mengumpulkan biji-bijian dan bibit-bibitan lainnya. seperti biji pinang, biji kemiri, biji tuba (lupa bahasa indonesianya :D), bibit rotan, pisang, segala jenis bumbu dapur, dll. Beliau sangat rajin menanam dan merawat tanaman. "suatu saat kamu pasti membutuhkannya." begitu kata kakek, ketika aku menyaksikannya menggali lubang untuk menanam pohon yang enatah aku lupa pohon apa. Aku bangga dengan kakekku.. ;"(
secara tidak langsung beliau mengajrkan padaku, agar berusaha jika ingin mempunayai sesuatu, agar kehidupanmu mudah di kemudian hari.

Terimakasih kakek, atas segala ilmu yang telah engkau ajarkan kepadaku, kepada ayahku, keapda ibunku. semoga atas segala ilmu yang kakek ajarkan menjadi amalan yang mampu membuat Allah menerima kakek dengan baik. Ya Rabb, tempatkanlah kakekku ditemapt terbaik di sisiMu. temaptkanlah kakek-kakek kaum muslimin dimuka bumi ini di tempat terbaik di sisiMu. aamiin.

Tidak ada komentar: