hari ini saya harus membuat TOR (Term of Reference) untuk kajian yang akan diadakan oleh kami, Keluarga Mahasiswa Pascasarsaja (KMP). sudah cukup lama saya tidak membuat TOR sejak lebih kurang 4 tahun yang lalu, ketika saya aktif di organisasi semasa S1.
nah kali ini saya akan memberikan contah TOR yang sudah saya buat.
let's check it up! :D
TOR (Term of Reference) kajian rabu sore
Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) UNY
“Sehat
Ala Rasulullah”
A.
Pendahuluan
Kesehatan
merupakan suatu aspek yang begitu vital dalam kehidupan seseorang. Dapat kita
bayangkan bagaimana jika seseorang mengalami sakit, maka semua pekerjaan akan
tertunda dan tidak dapat diselesaikan dengan baik. melihat fakta yang ada di
kalangan masyarakat saat ini, merupakan sesuatu yang asing jika pada suatu
daerah tertentu tidak terdapat masyarakat yang mengalami sakit. Bahkan terkadang
adanya beberapa rumah sakit di suatu daerah sudah tidak dapat menampung pasien
lagi. Semakin meningkatnya sejumlah apotik, toko obat-obatan dan produk
kesehatan lainnya juga merupakan bukti bahwa “sehat” semakin mahal dan langka.
Mahasiswa
pascasarjana UNY yang secara umum merupakan praktisi dan akademisi di bidang
pendidikan, yang artinya tugasnya tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri
agar mampu melaksanakan tugasnya sebagai seorang pendidik dengan sebaik mungkin
namun juga mampu mengajarakan dan mendidik orang lain untuk sehat.
Rasulullah
Saw merupakan sosok teladan dalam segala hal. Salah satunya dalam ha kesehatan.
“Kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh manusia” demikian sabda Nabi
Muhammad SAW. Dalam Shahih Bukhari, terdapat 80 hadits yang membicarakan
masalah kesehatan pribadi Rasulullah. Belum lagi yang dibahas pada kitab Shahih
lainnya seperti Shahih Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, dan Shahih Ahmad.
Rasulullah dalam hidupnya sangat peduli pada kesehatan, baik kesehatan dirinya
maupun kesehatan pada umatnya.
Rasulullah
tercatat hanya dua kali menderita sakit yakni setelah menerima wahyu pertama di
Gua Hira dan yang kedua pada saat menjelang meninggalnya. Ajarannya pada aspek
kesehatan menekankan pada pola pencegahan daripada pengobatan.
Ada
beberpaa aspek kesehatan yang dapat kita contoh dari Rasulullah. Pertama, aspek
kesehatan individu. Pada aspek ini Rasulullah senantiasa menjaga kebersihan
dirinya dan membatasi makanan didalam perut. Pada aspek pengendalian gizi,
Rasulullah selalu menjaga makanan yang dikonsumsinya.
Lalu
beberapa pola yang juga dapat diterapkan, pertama seleksi makanan. Makanan yang
masuk ke mulut Rasulullah terseleksi secara ketat, baik kehalalannya maupun
kebaikannya. Kedua, berhenti makan sebelum kenyang dan tidak makan sebelum
lapar. Ketiga, Mengatur pola tidur adalah kunci hidup sehat ala Rasulullah
yakni cepat tidur malam hari dan cepat bangun pada dinihari. Dan terakhir puasa
sunnah diluar bulan Ramadhan.
Dari
latar belakang tersebut diatas maka kami Keluarga
Mahasiswa Pascasarjana (KMP) mengadakan kajian keagamaan dan kesehatan
dengan tema “sehat ala Rasulullah”. Yang
akan diselenggarakan pada ahri Rabu, 3
Desember 2014.
B.
Arahan materi
Beberapa hal yang akan dibahas dalam materi ini adalah:
1)
Memberikan gambaran kondisi umum kesehatan
masyarakat di Indonesia lintas generasi.
2)
Memberikan
gambaran isu penyakit .
3) Memberikan
gambaran pola hidup sehat dan atau tidankan preventif dalam menjaga kesehatan
ala Rasulullah.
C.
Tujuan
Kegiatan
Mengetahui cara hidup
sehat yang diajarkan Rasulullah dan relevansinya dengan dunia kesehatan saat
ini sehingga peserta dapat menentukan langkah untuk memperbaiki masalah
kesehatan yang ada dan dapat menentukan langkah-langakah preventif dalam menjaga
kesehatan.
D.
Penutup
Term of
Reference ini disusun sebagai kerangka acuan dalam kajian ”Sehat ala
Rasulullah”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar