Selasa, 24 Februari 2015

Pukul 05.30 dini hari

25 Februari 2015
pukul 05.30 dini hari
ibu memberiku kabar bahwa paman, adik terkecil ayah telah berpulang kerahmatullah. semoga dimudahkan jalannya.
Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihii wafuanhu.

La Haula wa la Quwwata illa billah



Kematian. Sungguh kematian itu serasa dekat. Tiada daya untuk menolaknya jika iya sudah diisyaratkan. Akupun demikian. Aku.. sedang mengantri giliran untuk mempertanggungjawabkan segalanya. Aku ingat sholatku yang masih jauh dari khusyuk, tilawahku yang belum sampai ke ruh, bicaraku yang sering kali menyaiti, orangtuaku yang belum mampu kubahagiai, tetanggaku yang belum aku bantu, negaraku yang belum ikut kuperjuangkan. Allah bimbinglah kami selalu, jadikanlah sisa usia kami sebgai waktu yang barokah, jadikanlah kami pemimpin orang- orang beriman. Panggillah kami dalam keadaan khusnul khotimah. Yaa Mujiib, Ya Rahman..


Seperti nafas hampir ke ubun-ubun
menghimpit 
sesak
biarlah peristiwaMu memberiku
detik-detik
agar sampai jiwa ke langit
biarlah tetap melangit
sampai kunci kehidupan baru
ke genggaman

Tidak ada komentar: